Senin, 03 Maret 2014

Perubahan bukan di hindari

PERUBAHAN ITU TAK BISA DI HINDARI
Jika kita menapaki jalan- jalan kehidupan, dan jika setiap langkah kita melihat ke kiri-kanan dan ke belakang, dan jika kita catat dan kita maknai setiap gerakan ayunan langkah, maka kita akan tersadar dengan sesadar-sadarnya bahwa perubahan sangat banyak dan qualitas perubahannya juga sangat jauh berbeda saat ini.

Contoh sederhana saja, namun sangat terlihat sekali perbedaannya jika kita cermati, dalam pergaulan remaja antara lelaki dan wanita, pada saat tahun 70 dan 80an, pergaulan remaja sangat santun dan penuh dengan rambu-rambu agam, irama kehidupan muda-mudi sangat bersahaja, irama sosial yang mengakar dari pengaruh agama sangat di junjung tinggi, misal saja saat itu sangat jarang kita jumpai di jalanan umum, muda-mudi berjalan berduaan apakah itu berjalan kaki berduaan atau berboncengan mengendarai kendaraan sepeda motor. sebab itu bila seorang gadis sering berboncengan dengan lelaki ada anggapan bahwa sang gadis adalah perempuan murahan dan tidak punya harga diri. Demikianlah kenyataan yang kita lihat. dan memang pergaulan yang demikian yang selalu di tuntun oleh agam Islam bahwa didalam ajaran agama Islam tidak di kenal berPacaran.

Namun pemandangan itu sangat jauh berbeda bahkan berbalik 180 derajat dengan pemandangan pergaulan remaja saat ini, yang kecenderungan negatif bahwa berganti - ganti boncengan adalah suatu kebanggaan ( bahwa si gadis jadi primadona ), sat kiat melintas di jalan umum muda-mudi berjalan berdua layaknya sudah suami istri, mereka sudah tidak malu lagi bergandengan tangan, beranggkulan, sudah hilang rasa malu dalam diri mereka karena melanggar norma agama dan sosial.

Saya juga tidak mengerti atas perubahan ini, kenapa perubahan itu bukan semakin santun dan bersahaja namun semakin arogan dan berani mempertontonkan pelanggaran terhadap nilai-nilai agama dan pergaulan sosial, dan saya tidak mengerti apakah mereka memahami ajaran agama yang sudah diatur bagaimana cara bergaul yang Islami ataukah mereka tidak mengetahuinya.?. atau mereka sudah mengetahuinya tetapi tetap melanggarnya. Oh sedih jika melihat perubahan ini.


Termasuk yang manakah anda.....?????.
1. Jika anda tidak menetahui cara bergaul yang Isalmi, jangan kwatir waktu masih ada, tinggal anda bersedia saja anda untuk membuka diri untuk mengetahuinya, sebab banyak sekali sumber-simbernya saat ini, dari ceramah agam mulai dari Majlis ta'lim sampai menonton ceramah agama di TV dan di sosial media, seperti yang sedang anda baca ini. Tuhan juga akan mengampuni setiap kesalahan hambanya yang khilaf dan buru-buru bertaubat.
2. Jika anda sudah mengetahui pergaulan remaja yang Islami tetapi anda tetap melanggarnya dengan santai ( seolah-olah Tuhan tidak melihat), tunggulah ajab Tuhan sangat pedih, bagi manusia yang sudah mengetahui namun tetap melanggar ajaranNYA. Dan dosa orang yang sudah mengetahui akan di liapat gandakan menjadi dua kalinya.

Perubahan memang tidak bisa kita hindari, namun nilai kebenaran akan tetap abadi, seharusnya para remaja menjunjung dan memegang nilai-nilai kebenaran itu sampai kapanpun, Ajaran agama akan menuntun ke jalan kebaikan bila di langgar akan membuat yang melanggarnya akan sengsara, pergaulan yang Islami juga tidak ketinggalan Zaman.

Demikian Renungan untuk hari ini, semoga bermanfaat untuk diriku dan keluarga ku juga bagi yang membaca blog saya ini..
Wassalamualaikum wr.wbr
Karawang, 3 Maret 2014
Z@ilubis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar